Beberapa hari yang lalu saya mengobrol dengan teman saya, akhir dari pembicaraan tersebut tidak lah terlalu bagus. Disisi lain mungkin memang saya yang salah, tapi dari awal saya tidak pernah melarang, I even encourage that person start new healthy relationship with anyone. Tapi nampaknya dimata dia saya yang menghalangi dia melangkah ke tahap baru. Lalu saya bertanya ke diri saya, benarkah saya menghalangi?
Pernahkah saya menghalangi? Pernahkah saya melarang dia memulai hubungan baru? Pernahkah saya membuat dia bingung? Pernahkah saya menganggu?
Saya merasa tidak merasa pernah. Bagaimana saya mungkin melakukan hal tersebut jika saya saja tidak pernah berada dekat dia bertahun-tahun ini, bertatap muka tidak pernah, berkomunikasi tidak sering. Lalu apa masalahnya? Apakah kesalahan hanya ada disaya?
Lalu saya bilang, jika memang mengganggu, beri alasan, beri batasan, selesai.
And all this person said is, “You using me for expel the feeling of getting hurt.”
Jujur saja saya tidak percaya kalimat itu terlontar dari mulut dia, karena dia bilang everything is fine, past is past, but that words make me realize, dia belum selesai dengan masa lalu, dia belum bisa memaafkan saya, dia belum bisa berdamai. Disisi lain saya pun tidak percaya dia menganggap saya seperti itu, padahal saya sering cerita bagaimana saya dipandang jelek orang lain ketikasaya hanya diam. Dan ternyata dia juga menilai saya seperti itu; manusia yang memaanfaatkan orang lain, orang yang merusak, orang yang terhina.
Kalau memang hubungan ini menganggu, kehadiran saya tidak membuat bahagia, dan kamu tidak bisa membuat batasan. Ya sudah, saya saja yang buat. Saya undur diri.
Dan perlu kamu tau, selepas saya dengan orang yang membuat saya trauma, kamu tidak ada dikehidupan saya, saya bersama orang lain yang memberikan saya dukungan, menyuruh saya mendekatkan diri dengan Tuhan, dan menghindarkan saya dari merusak diri saya sendiri. I reconnect again with you when I’m totally healed. So your accusation, of me using you is nonsense. And I don’t believe the person I cherish and adore is accusing me of doing that.
Saya selalu berdoa buat kamu, semoga bahagia dimanapun dengan siapapun, God bless.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar